naluri berhenti terus menghantui hati
pikiran kesana kemari meruntuki diri, tak tahan menahan emosi dan air mata. tidak sanggup rasanya jika harus menjadi kuat sesuai apa yg diinginkan
iya manusia ini memang rapuh, manusia ini butuh pelukan dari orang yang mampu menjadi penompang
pondasi yang kuat dari diri yang kuat. tapi tak kuasa menahan derasnya cacian di hati dan air mata yang mengalir bersama hujan. tawa hanya hiasan didepan mata. luka dan ke iklasan belum sepenuhnya menerima, hingga ada satu ketika manusia ini kuat menjadi orang yang diharapkan. tapi tak kuasa, bila ekspetasi yang terlalu tinggi selalu di nobatkan. manusia ini lelah, dan manusia biasa, hidup penuh luka dan air mata
tuhan berikan manusia ini satu hari untuk bisa menerima dengan ikhlas. berlapang dengan hati dan rasa, manusia ini lelah menjadi orang emosional, manusia ini juga ingin hidup yang dulu tidak semakin menjadi rumit.
Bekasi, 13 November 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar